BAB II
PEMBAHASAN
A. Penjelasan
حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي
شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ
شُرَحْبِيلَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ
لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ
قَالَ وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ
قَالَ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ
Artinya : Imam Bukhori meriwayatkan
dari Utsman bin Abi Syaibah meriwayatkan dari Jarir dari Abi Wail dari 'Amru
bin Syurohbil dari 'Abdullah ( bin Mas'ud ) telah mengatakan bahwa ia
bertanya kepada Nabi saw : Dosa apa yang besar disisi Allah? Jawab Nabi : ialah engkau jadikan
adanya sekutu / tandingan bagi Allah padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu.
Kata Ibnu Mas'ud : Inikah yang paling besar, kemudian apa lagi Ya
Rasulullah ?jawab Rasulullah yaitu engkau membunuh anakmu sendiri karena
takut ia akan makan bersama engkau.kemudian apa lagi kata ibnu mas'ud ?
jawab Rasulullah yaitu engkau berzina dengan istri tetanggamu.” {
HR. Bukhori }
Membunuh
merupakan mengambil hak hidup orang lain. Membunuh
sesama termasuk “mendahului Tuhan”. Ibnu Abbas, Zaid bin Tsabit, Abu
Hurairah, Abu Salamah bin Abdurrahman, Qatadah, Ad-Dhahhak, dan Hasan Al-Bashri
berpendapat bahwa tidak ada kesempatan taubat untuk seorang pembunuh.
Membunuh atau melakukan pembunuhan merupakan dosa yang sangat besar.
Berikut :
ô`ÏB È@ô_r& y7Ï9ºs $oYö;tF2 4n?tã ûÓÍ_t/ @ÏäÂuó Î) ¼çm¯Rr& `tB @tFs% $G¡øÿtR ÎötóÎ/ C§øÿtR ÷rr& 7$|¡sù Îû ÇÚöF{$# $yJ¯Rr'x6sù @tFs% }¨$¨Z9$# $YèÏJy_ ô`tBur $yd$uômr& !$uK¯Rr'x6sù $uômr& }¨$¨Y9$# $YèÏJy_ ......4 ÇÌËÈ
ô`ÏB È@ô_r& y7Ï9ºs $oYö;tF2 4n?tã ûÓÍ_t/ @ÏäÂuó Î) ¼çm¯Rr& `tB @tFs% $G¡øÿtR ÎötóÎ/ C§øÿtR ÷rr& 7$|¡sù Îû ÇÚöF{$# $yJ¯Rr'x6sù @tFs% }¨$¨Z9$# $YèÏJy_ ô`tBur $yd$uômr& !$uK¯Rr'x6sù $uômr& }¨$¨Y9$# $YèÏJy_ ......4 ÇÌËÈ
Artinya: Barangsiapa yang membunuh seseorang, bukan karena orang itu
membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka
seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan
seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.
(QS Al-Maidah 5:32:)
Anak adalah
anugerah,bahkan di dalam al-Qur’an dikatakan sebagai perhiasan hidup,
ãA$yJø9$#
tbqãZt6ø9$#ur
èpuZÎ
Ío4quysø9$# $u÷R9$# ...... ÇÍÏÈ
“Harta dan
anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…”(QS.al-Kahfi:46). Bayangkan,jika
hidup kita tanpa perhiasan,semuanya akan terasa suram.Untuk itu kita patut
bersyukur atas nikmat Allah yang dititipkannya melalui anak-anak kita.Rasa
syukur itu dapat kita wujudkan dengan mengasuh dan mendidik mereka berlandaskan
fitrah dan kasih sayang.
Selain sebagai
anugerah,anak diberikan kepada orang tuanya sebagai amanah”berat”untuk
dipelihara,dididik dan dibina agar berkualitas dan tangguh.Seperti
diperintahkan dalam al-Qur’an,
|·÷uø9ur úïÏ%©!$#
öqs9
(#qä.ts? ô`ÏB óOÎgÏÿù=yz ZpÍhè $¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{
öNÎgøn=tæ
(#qà)Guù=sù
©!$#
(#qä9qà)uø9ur Zwöqs%
#´Ïy ÇÒÈ
“Dan hendaklah takut kepada Allah
orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang
lemah,yang mereka khawatir terhadap(kesejahteraan)mereka.Oleh sebab itu
hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar”(QS.an-Nisaa’:9).
wur (#þqè=çGø)s? öNä.y»s9÷rr&
spuô±yz 9,»n=øBÎ) ( ß`øtªU öNßgè%ãötR ö/ä.$Î)ur 4 ¨bÎ) öNßgn=÷Fs% tb%2 $\«ôÜÅz #ZÎ6x. ÇÌÊÈ
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu Karena takut kemiskinan. kamilah
yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya
membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. Al
Isra’: 31)
Sesungguhnya
Allah Maha Kaya, Maha Bijaksana, Maha Rahim, Maha Rahman. Dia memberi keluasan
rizqi kepada siapa saja yang Dia kehendaki
sebagai ujian, apakah bisa bersyukurinya atau bahkan mengkufurinya.
Allah memberi
ujian apapun tentu diiringi dengan hikmah. Jika semakin bersyukur ia akan
mendapat pahala yang besar lain halnya jika ia semakin kufur maka dosa yang ia
dapat. . Oleh karena itu, hendaknya seorang hamba tetap
bersyukur dan bersabar dalam keadaan bagaimanapun dengan tetap melaksanakan
perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya
Di antara larangan Allah atas
hambanya adalah membunuh anak-anaknya karena takut kemiskinan. Allah melarang hal tersebut di dalam ayat ini
karena kebiasaan bangsa Arab di zaman jahiliyah adalah membunuh anak-anak
mereka karena takut miskin dan aib. Kemudian Allah menjelaskan bahwa yang menanggung dan memberi
rizqi anak-anak mereka juga rizqi mereka adalah Allah semata[2],
(sudah jelas kiranya bahwa) bukanlah mereka yang memberi rizqi kepada anak-anak
mereka, (akan tetapi Allah -lah yang
memberi rizki) bahkan (sebenarnya) mereka sendiri pun tidak mampu untuk memberi
rizki kepada diri mereka sendiri. Maka, tidak pantas bagi mereka merasa
keberatan (untuk membiarkan anak-anak mereka hidup bersama mereka).[3]
B.
Asbabul Wurud
Pada suatu hari Ibnu Mas'ud bertanya kepada Nabi saw mengenai dosa yang
sebesar-besarnya di sisi Allah. Ibnu Mas’ud : ( أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ) Dosa apa yang
besar disisi Allah? Jawab Nabi : (أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ
خَلَقَكَ ) ialah
engkau jadikan adanya sekutu / tandingan bagi Allah padahal Dia-lah yang telah
menciptakanmu. Kata Ibnu Mas'ud : (إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ ) Inikah yang paling besar, (ثُمَّ أَيُّ )kemudian apa
lagi Ya Rasulullah ?jawab Rasulullah ( وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ
أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ
) yaitu engkau membunuh anakmu sendiri
karena takut ia akan makan bersama engkau. (ثُمَّ أَيُّ
) Kemudian
apa lagi kata ibnu mas'ud ? jawab Rasulullah: (أَنْ تُزَانِيَ
حَلِيلَةَ جَارِكَ ) yaitu engkau
berzina dengan istri tetanggamu.”
Imam Bukhari
terlahir dengan nama Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin
Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal
dengan nama Imam Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat,
tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah (Rusia).
Ayahnya adalah
seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan mudir dari Imam Malik, seorang
ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.
Imam Bukhari dalam mendalami
hadits berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, Syekh Ishaq, beliau menghimpun
hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang
diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits. Diantara
guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain adalah Ali
bin Al Madini, Ahmad bin Hanbali, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yusuf Al
Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Bakhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi dan Ibnu
Rahwahih.
Imam Bukhari diakui memiliki daya
hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail.
Pada suatu hari ahli hadits yang
ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut
mengajukan 100 buah hadits yang sengaja “diputar-balikkan” untuk menguji
hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang
kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi
kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh
hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan
penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang
sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam
waktu satu kali dengar.
Adapun karya-karya beliau adalah Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien , At-Tarikh,
kitab Al-Jami’ ash Shahih, Al-Adab al
Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At
Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al ‘Ilal, Raf’ul Yadain fis Salah,
Birrul Walidain, Kitab Ad Du’afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua
karyanya tersebut, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami’ as-Shahih yang
lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari.
Imam Bukhori wafat pada 31 Agustus
870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 ketika dalam pejalanan menuju
Samarkand di rumah familynya. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika
meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan
tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat
setempat. Beliau meninggal tanpa meninggalkan seorang anakpun.
D.
Takhrijul Hadits
Tentang hadits membunuh anak karena takut tidak
mampu membiayai dapat dilihat pada kitab al-lu’lu
wal marjan, hal. 210. Serta dalam
bebarapa surat Al qur’an, antara lain:
ôs% uÅ£yz tûïÏ%©!$# (#þqè=tGs% öNèdy»s9÷rr& $Jgxÿy ÎötóÎ/ 5Où=Ïæ (#qãB§ymur $tB ÞOßgs%yu ª!$# ¹ä!#uÏIøù$# n?tã «!$# 4 ôs% (#q=|Ê $tBur (#qçR$2 úïÏtGôgãB ÇÊÍÉÈ
Artinya, "Sesungguhnya
rugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak
mengetahui, dan mereka mengharamkan apa yang telah ALlah rizkikan kepada mereka
dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya
mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk," (Al-An'am: 140).
* ö@è% (#öqs9$yès? ã@ø?r& $tB tP§ym öNà6/u öNà6øn=tæ ( wr& (#qä.Îô³è@ ¾ÏmÎ/ $\«øx© ( Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $YZ»|¡ômÎ) ( wur (#þqè=çFø)s? Nà2y»s9÷rr& ïÆÏiB 9,»n=øBÎ) ( ß`ós¯R öNà6è%ãötR öNèd$Î)ur ( wur (#qç/tø)s? |·Ïmºuqxÿø9$# $tB tygsß $yg÷YÏB $tBur ÆsÜt/ ( wur (#qè=çGø)s? [øÿ¨Z9$# ÓÉL©9$# tP§ym ª!$# wÎ) Èd,ysø9$$Î/ 4 ö/ä3Ï9ºs Nä38¢¹ur ¾ÏmÎ/ ÷/ä3ª=yès9 tbqè=É)÷ès? ÇÊÎÊÈ
Artinya: "Katakanlah,
marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabb-mu, yaitu janganlah
kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada kedua ibu
bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami
akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati
perbuatan keji, baik yang tampak diantaranya maupun yang tersembunyi, dan
janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan ALlah membunuhnya melainkan dengan
sesuatu sebab yang benar.' Demikian itu yang diperintahkan
Rabb-mu kepadamu supaya kamu memahaminya," (Al-An'am:
151).
wur (#þqè=çGø)s? öNä.y»s9÷rr& spuô±yz 9,»n=øBÎ) ( ß`øtªU öNßgè%ãötR ö/ä.$Î)ur 4 ¨bÎ) öNßgn=÷Fs% tb%2 $\«ôÜÅz #ZÎ6x. ÇÌÊÈ
Artinya: "Dan
janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kamilah yang
akan member rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka
adalah suatu dosa yang besar," (Al-Israa': 31).
$pkr'¯»t ÓÉ<¨Z9$# #sÎ) x8uä!%y` àM»oYÏB÷sßJø9$# y7uZ÷èÎ$t7ã #n?tã br&
w Æø.Îô³ç «!$$Î/ $\«øx© wur z`ø%Îô£t wur tûüÏR÷t wur z`ù=çFø)t £`èdy»s9÷rr& wur tûüÏ?ù't 9`»tFôgç6Î/ ¼çmuZÎtIøÿt tû÷üt/ £`ÍkÏ÷r&
ÆÎgÎ=ã_ör&ur wur oYÅÁ÷èt Îû 7$râ÷êtB
£`ßg÷èÎ$t6sù öÏÿøótGó$#ur £`çlm; ©!$# ( ¨bÎ) ©!$# Öqàÿxî ×LìÏm§ ÇÊËÈ
Artinya :"Hai
Nuh, apabila datang kepadamu perempuan yang beriman untuk mengadakan janji
setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak
akan mencuri, tidak berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan
berbuat dosa yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak
akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka
dan mohonkanlah ampunan kepada ALlah untuk mereka. Sesungguhnya
Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang,"
(Al-Mumtahanah: 12).
tûïÏ%©!$#ur w cqããôt yìtB «!$# $·g»s9Î) tyz#uä wur tbqè=çFø)t }§øÿ¨Z9$# ÓÉL©9$# tP§ym ª!$# wÎ) Èd,ysø9$$Î/ wur cqçR÷t 4 `tBur ö@yèøÿt y7Ï9ºs t,ù=t $YB$rOr& ÇÏÑÈ
Artinya : Dan
orang-orang yang tidak beribadah kepada ilah yang lain beserta Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan ALlah membunuhnya kecuali dengan alasan yang
benar, dan tidak berzina, barangsiapa yagn melakukan demikian itu, niscaya dia
mendapat pembalasan dosanya," (Al-Furqaan: 68).
E. Hikmah
Hikmah yang
dapt kita ambil dari hadits tersebut adalah :
1.
Kita mesti
lebih yakin dengan firman Allah swt. Demi Allah, dzat yg menguasai jiwaku, Allah
SWT dan Rasul-Nya tidak akan pernah berbohong dan mengingkari janji yg telah
diikrarkan.
2.
Iman harus
selalu ditingkatkan. Perbanyak mendekat kepada Allah swt, terutama di saat –
saat gamang, tidak fokus, da hilang kendali.
3.
Setan akan
selalu menggoda manusia, in any cost. Jika kita merasa setan sedang datang
menggoda, dalam bentuk apapun, mintalah pertolongan kepada Allah SWT.
4.
Terdapat kabar
gembira bagi orang tua yang miskin maupun yang takut miskin, bahwasanya Allah
Azza wa Jalla yang memberi rizki mereka semua, maka hendaknya mereka tetap
bersabar dan tidak membunuh anak kandung mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar